Cempedak Rahuk — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan keterampilan menjahit. Dengan memanfaatkan bantuan sembilan unit mesin jahit dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi pada Senin (12/10/2026) tersebut menghadirkan instruktur profesional untuk membimbing warga binaan dalam mempelajari teknik tata busana dan konveksi. Pelaksanaan pelatihan turut didampingi dan diawasi langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Mismin Handoko, bersama jajaran staf terkait.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, mengatakan bantuan sembilan unit mesin jahit dari BRI langsung dimanfaatkan untuk mendukung program pembinaan kerja yang terarah dan berkelanjutan, khususnya bagi warga binaan yang mendekati masa bebas.
“Bantuan sembilan unit mesin jahit yang kami terima langsung dimaksimalkan di Seksi Giatja. Pelatihan ini kami laksanakan secara berkelanjutan, dengan fokus utama diberikan kepada warga binaan yang sudah mendekati masa bebas,” ujar Agus.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal mencari pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami berharap, setelah selesai menjalani masa pidana, mereka sudah siap mandiri, membuka usaha sendiri di bidang konveksi, atau terserap di dunia kerja sebagai pribadi yang produktif dan berguna,” tambahnya.
Program pembinaan kemandirian ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta menyukseskan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Melalui pelatihan yang terarah dan berkesinambungan, Lapas Bagansiapiapi optimistis dapat membekali warga binaan dengan keahlian yang bermanfaat sebagai modal menjalani kehidupan baru setelah bebas. Dengan demikian, warga binaan diharapkan mampu berintegrasi kembali secara positif di tengah masyarakat serta berkontribusi secara produktif bagi lingkungan sekitarnya.






