Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Kali ini, Lapas menjalin sinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Rokan Hilir untuk mengembangkan keterampilan wirausaha sekaligus memperluas pemasaran produk hasil karya warga binaan.
Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Kepala Bidang UMKM Kabupaten Rokan Hilir, Juni Rahmat, S.E., M.M., ke Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Jumat (10/10/2026). Kunjungan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Tugas dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Rohil dalam rangka memberikan pembinaan kewirausahaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kedatangan Juni Rahmat disambut oleh Kepala Lapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, yang diwakili Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mismin Handoko, didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Rocky Iswad Damanik.
Pertemuan tersebut membahas pengembangan potensi dan keterampilan warga binaan agar produk yang dihasilkan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas pembinaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan peluang untuk dipasarkan kepada masyarakat luas.
Kepala Bidang UMKM Rohil, Juni Rahmat, menegaskan kesiapan instansinya untuk mendampingi warga binaan melalui pelatihan berkelanjutan serta dukungan pemasaran produk.
“Kami siap memberikan pelatihan berkelanjutan dan memfasilitasi pemasaran produk warga binaan ke pasar yang lebih luas agar semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha. Dengan keterampilan yang memadai dan akses pemasaran yang lebih baik, produk yang dihasilkan di dalam lapas diharapkan mampu bersaing serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Sementara itu, Kalapas Bagansiapiapi melalui Kasi Kegiatan Kerja, Mismin Handoko, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Koperasi dan UMKM Rohil dalam memperkuat program pembinaan kemandirian.
Menurutnya, pelatihan dan pendampingan pemasaran merupakan bekal penting bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Pelatihan dan bantuan pemasaran ini menjadi bekal keterampilan yang berguna bagi warga binaan saat mereka bebas nanti,” tutur Mismin.
Melalui sinergi tersebut, Lapas Bagansiapiapi berharap produk hasil karya warga binaan dapat terus berkembang, dikenal lebih luas, dan menembus pasar di luar lingkungan pemasyarakatan.
Kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk memperkuat pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian ekonomi, sehingga warga binaan memiliki bekal positif untuk memulai kehidupan baru serta berkontribusi di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. (rls)






