Pembinaan kerohanian terus menjadi bagian penting dalam upaya membentuk kepribadian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui ibadah rutin Minggu yang diikuti jemaat Gereja Oikumene dengan penuh kekhusyukan, Minggu (11/10/2026).
Ibadah yang berlangsung di Gereja Oikumene Lapas Bagansiapiapi tersebut dipimpin Pendeta D. Br. Simbolon. Suasana khidmat menyelimuti jalannya kegiatan, saat para warga binaan mengikuti rangkaian ibadah sebagai sarana memperkuat iman sekaligus memperoleh ketenangan batin selama menjalani masa pembinaan.
Dalam khotbahnya, Pendeta D. Br. Simbolon menyampaikan firman Tuhan yang diambil dari Matius 18:20 dalam Terjemahan Baru (TB), yang berbunyi, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”
Pesan tersebut menjadi penguatan bagi jemaat untuk terus memelihara iman dan pengharapan. Melalui ibadah bersama, warga binaan diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ke depannya.
Kegiatan keagamaan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Rabu dan Minggu. Selama pelaksanaan ibadah, petugas Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) bersinergi dengan petugas regu pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, mengatakan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak hanya memberikan penguatan spiritual, tetapi juga membantu warga binaan membangun ketenangan batin dan kesiapan mental untuk menjalani proses perubahan diri.
“Pembinaan kerohanian adalah fondasi utama bagi warga binaan. Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan ibadah ini agar mereka memiliki ketenangan batin dan kesiapan mental untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Agus Imam Taufik.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Islam Prayongono, menegaskan bahwa pihaknya berupaya memastikan setiap warga binaan mendapatkan hak untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Ia menyebutkan, jajaran pembinaan bersama petugas pengamanan senantiasa memberikan fasilitas, pendampingan, serta pengawasan agar kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Setiap warga binaan memiliki hak penuh untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang mereka anut. Kami dari Seksi Binadik bersama jajaran regu pengamanan selalu siap memfasilitasi, mengawal, dan mendampingi seluruh rangkaian kegiatan ibadah ini agar berjalan lancar, aman, serta memberikan kenyamanan bagi para jemaat dalam beribadah,” pungkas Islam Prayongono.
Melalui kegiatan ibadah yang dilaksanakan secara rutin tersebut, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berharap pembinaan kepribadian berbasis keagamaan dapat terus memberikan dampak positif bagi warga binaan. Dengan demikian, masa pembinaan tidak hanya menjadi proses menjalani hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai moral, memperbaiki perilaku, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.






