Jaring Muzakki hingga Kecamatan, Baznas Rohil Kejar Pemerataan Manfaat Zakat

Baznas Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) ingin pengelolaan zakat tidak berhenti pada urusan menghimpun dana. Lebih jauh, zakat diharapkan benar-benar hadir sebagai kekuatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh kecamatan.

Untuk mewujudkan itu, Baznas Rohil mengumpulkan para camat, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam kegiatan sosialisasi, Senin (5/10).

Ketua Baznas Rohil H Jefrizal, didampingi Wakil Ketua I Junaidi dan Wakil Ketua III Syafi’i Jais, memimpin kegiatan tersebut.

Bagi Jefrizal, pertemuan ini bukan sekadar agenda sosialisasi. Ada pekerjaan yang lebih besar, yakni membangun jaringan pengumpulan zakat yang lebih kuat hingga ke tingkat kecamatan.

“Kami ingin setiap kecamatan dapat berkolaborasi dengan Baznas untuk mencari muzakki, sehingga pengumpulan zakat bisa meningkat dan lebih merata,” kata Jefrizal yang akrab disapa Ustad Uje.

Menurut dia, potensi zakat di Rohil masih sangat besar. Karena itu, Baznas membutuhkan dukungan pemerintah kecamatan, KUA dan UPZ untuk mendekatkan lembaga zakat dengan masyarakat yang memiliki kewajiban maupun kemampuan untuk menunaikan zakat.

Semakin banyak muzakki yang terhimpun, kata Jefrizal, semakin besar pula ruang yang tersedia bagi Baznas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Namun, peningkatan penghimpunan harus berjalan beriringan dengan kepercayaan. Baznas ingin masyarakat mengetahui bahwa zakat yang mereka titipkan dikelola secara terbuka dan disalurkan berdasarkan kebutuhan.

“Program binaan juga menjadi perhatian kita. Jangan sampai hanya ada kecamatan tertentu yang mendapatkan perhatian. Kita ingin program Baznas bisa dirasakan secara merata sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” ujarnya.

Pemerataan menjadi salah satu penekanan dalam penguatan program Baznas. Bantuan dan pembinaan diharapkan tidak terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan di seluruh kecamatan.

Jefrizal juga menilai keterbukaan menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan para muzakki. Dengan pengelolaan yang transparan, masyarakat diharapkan semakin yakin menyalurkan zakat melalui Baznas sebagai lembaga resmi.

“Kita berharap dengan kegiatan ini keterbukaan Baznas semakin terasa, dan para muzakki lebih terdorong untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas Rohil,” tambahnya.

Karena itu, komunikasi antara Baznas dengan kecamatan akan terus diperkuat. Camat, KUA dan UPZ diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari mata rantai pengumpulan zakat, tetapi juga ikut melihat persoalan masyarakat di wilayah masing-masing.

Dari sana, program Baznas bisa diarahkan agar lebih tepat sasaran.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya Baznas Rohil memperluas dampak zakat. Ketika penghimpunan meningkat, manfaat yang disalurkan pun diharapkan semakin luas.

“Intinya kita ingin zakat ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Jefrizal.

Baznas Rohil berharap penguatan kolaborasi di tingkat kecamatan dapat mendorong peningkatan penghimpunan zakat sekaligus memperluas program sosial. Dengan begitu, zakat tidak sekadar menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga dapat menjadi salah satu kekuatan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rohil.

Related posts