Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil) Jhony Charles BBA MBA mendorong para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), termasuk kaum emak-emak yang selama ini aktif menjalankan usaha rumahan, untuk terus meningkatkan kualitas produk dan berani memperluas pasar.
Menurut Jhony, perkembangan dunia usaha saat ini menuntut pelaku UMKM tidak hanya gigih dalam menjalankan usaha, tetapi juga mampu membaca perubahan zaman. Inovasi, kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi bagian penting yang harus mulai dikuasai para pelaku usaha di daerah.
Hal tersebut disampaikan Jhony Charles saat menghadiri kegiatan PKM Akbar PNM Cabang Pekanbaru yang digelar di Gedung Pertemuan H Misran Rais, Bagansiapiapi, Rabu (7/10/2026).
Di hadapan para pelaku usaha yang hadir, Jhony menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap pengembangan UMKM. Ia berharap pelaku usaha tidak cepat menyerah hanya karena menghadapi keterbatasan modal, pemasaran maupun persaingan.
Justru, kata dia, berbagai keterbatasan tersebut harus menjadi pemicu untuk mencari cara baru dalam mengembangkan usaha.
“Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Dunia usaha terus berubah. Karena itu, kita harus gigih, semangat dan terus melakukan inovasi serta terobosan,” pesan Jhony.
Ia menilai, salah satu peluang besar yang saat ini terbuka bagi UMKM adalah pemasaran melalui platform digital. Pelaku usaha tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada penjualan secara konvensional atau menunggu pembeli datang ke tempat usaha.
Dengan memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital, produk lokal Rohil dapat diperkenalkan kepada konsumen yang lebih luas.
Karena itu, Jhony mengajak pelaku UMKM mulai serius membangun pemasaran digital. Produk yang dihasilkan, menurutnya, harus dikemas sedemikian rupa agar memiliki daya tarik dan mampu bersaing ketika dipasarkan melalui internet.
Tidak hanya kualitas barang yang perlu diperhatikan, tetapi juga kemasan atau packaging.
Kemasan yang baik, rapi dan menarik akan memberikan kesan profesional sekaligus meningkatkan nilai jual produk. Apalagi ketika produk tersebut hendak dipasarkan melalui toko modern maupun platform digital.
“Packaging juga harus diperhatikan. Buat kemasan yang bagus, menarik dan memberikan identitas terhadap produk kita. Jangan sampai produknya bagus, tetapi kemasannya tidak mendukung,” ujarnya.
Jhony mengatakan, peningkatan kualitas kemasan juga merupakan bagian dari strategi agar produk UMKM Rohil dapat menembus pasar yang lebih besar.
Ia bahkan berharap produk-produk lokal tidak berhenti pada pasar tradisional atau lingkungan sekitar tempat usaha saja. Ke depan, produk UMKM Rohil harus memiliki keberanian untuk masuk ke jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.
Menurutnya, ketika produk lokal sudah mampu memenuhi standar pasar modern, peluang pengembangan usaha akan semakin terbuka. Pasar yang lebih besar akan memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan produksi sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
“Harapan kita produk-produk UMKM Rohil ini jangan hanya berputar di sini saja. Kalau bisa masuk ke pasar modern, seperti Indomaret, Alfamart dan jaringan ritel lainnya,” katanya.
Lebih jauh, Jhony bahkan mendorong agar pelaku UMKM Rohil mulai melihat peluang pasar luar daerah hingga luar negeri.
Dengan posisi Rohil yang berada di kawasan pesisir dan memiliki kedekatan geografis dengan negara tetangga, Malaysia dinilai menjadi salah satu pasar potensial yang dapat dijajaki.
“Kalau bisa jangan hanya sampai pasar nasional. Kita berharap nantinya ada produk UMKM Rohil yang bisa sampai ke Malaysia, bahkan ke pasar internasional,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan dan berbagai pihak terkait.
Pemerintah daerah, kata Jhony, siap memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan keseriusan pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produknya.
Ia berharap program-program pemberdayaan yang dilakukan berbagai lembaga, termasuk melalui PNM, dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Bagi Jhony, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Tidak sedikit usaha yang bermula dari skala rumahan, termasuk usaha yang dijalankan kaum emak-emak, kemudian berkembang dan mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Karena itu, ia meminta para pelaku usaha untuk tidak memandang kecil usaha yang sedang dijalankan.
Usaha rumahan, kuliner, kerajinan, produk olahan maupun berbagai jenis usaha lainnya tetap memiliki peluang untuk berkembang apabila dikelola secara serius, konsisten dan mengikuti perkembangan pasar.
“Yang paling penting adalah kemauan untuk terus belajar, memperbaiki produk dan memperluas pemasaran. Jangan merasa usaha kita kecil. Dari usaha kecil itulah bisa tumbuh menjadi usaha besar,” tutur Jhony.
Ia juga mendorong agar para pelaku UMKM mulai membangun branding terhadap produk masing-masing. Identitas produk yang kuat akan memudahkan konsumen mengenali dan mengingat produk lokal Rohil.
Selain itu, pelaku usaha juga perlu memperhatikan standar kebersihan, kualitas, kontinuitas produksi serta legalitas usaha. Hal tersebut menjadi penting apabila produk nantinya ditargetkan masuk ke jaringan ritel modern maupun pasar ekspor.
Menurut Jhony, peluang tersebut tidak akan datang apabila pelaku usaha hanya bertahan dengan pola lama.
Diperlukan keberanian untuk beradaptasi dengan teknologi, memanfaatkan media sosial sebagai etalase produk, memperbaiki kemasan dan membangun jaringan pemasaran.
Di tengah perkembangan ekonomi digital, pelaku UMKM bahkan dapat memasarkan produk tanpa harus memiliki toko besar. Dengan foto produk yang menarik, informasi yang jelas, kemasan yang baik serta strategi pemasaran digital yang tepat, pasar yang dijangkau bisa jauh lebih luas.
Jhony menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong terciptanya ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM. Namun, keberhasilan pengembangan UMKM tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
Pelaku usaha juga harus menjadi motor utama dengan terus berinovasi dan meningkatkan kemampuan.
“Pemerintah siap mendukung. Tetapi pelaku usaha juga harus punya semangat untuk maju. Kita ingin UMKM Rohil bukan hanya bertahan, tetapi benar-benar naik kelas dan mampu bersaing,” tegasnya.
Melalui kegiatan PKM Akbar tersebut, Jhony berharap semakin banyak pelaku UMKM di Rohil yang berani mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi digital dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Ia optimistis, apabila potensi lokal dikelola secara serius dengan dukungan inovasi, teknologi dan pemasaran yang tepat, produk-produk masyarakat Rohil tidak hanya mampu menguasai pasar daerah, tetapi juga dapat bersaing di tingkat nasional hingga menembus pasar internasional. (rilis)






