APKASINDO Rohil Apresiasi Harga TBS Sawit Mulai Normal, Petani Kembali Bernapas Lega

ROKAN HILIR – Kabar baik datang bagi ribuan petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Setelah sempat mengalami penurunan yang memicu kekhawatiran di kalangan petani, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kini mulai menunjukkan tren positif dan kembali bergerak menuju kondisi yang lebih normal.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Rokan Hilir, Tomy Evo Sihombing, mengapresiasi perkembangan harga TBS yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, membaiknya harga pembelian buah sawit di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) menjadi kabar menggembirakan bagi petani yang sebelumnya sempat menghadapi ketidakpastian pasar.

“Harga TBS saat ini mulai kembali normal. Ini tentu menjadi angin segar bagi petani sawit, khususnya di Kabupaten Rokan Hilir. Kita mengapresiasi pabrik-pabrik yang sudah menyesuaikan harga sesuai perkembangan pasar dan harga CPO,” ujar Tomy.

Ia menjelaskan, sebelumnya petani sempat mempertanyakan anjloknya harga TBS di tingkat pabrik karena tidak sejalan dengan kondisi harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar dunia yang justru mengalami kenaikan. Namun saat ini, kondisi tersebut mulai membaik dan harga TBS di berbagai PKS menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data harga TBS per 4 Juni 2026 yang dihimpun APKASINDO Rohil, sejumlah PKS bahkan telah membeli buah sawit dengan harga di atas Rp3.400 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di PKS PTPN Tanah Putih yang membeli buah kategori “Jokowi” sebesar Rp3.549 per kilogram. Sementara PKS PT GBR Dusun Bakti membeli TBS seharga Rp3.520 per kilogram, disusul PT TIAN 70 Balai Jaya Rp3.500 per kilogram.

Selain itu, PT SPC/Wilmar Balai Jaya tercatat membeli TBS seharga Rp3.390 per kilogram, PT SIA/Sinergi Integritas Bagan Batu Rp3.420 per kilogram, dan beberapa PKS lainnya juga berada pada kisaran harga yang cukup kompetitif.
Menurut Tomy, membaiknya harga tersebut menjadi bukti bahwa pasar sawit masih memiliki prospek yang baik, terutama jika didukung oleh harga CPO global yang stabil dan permintaan ekspor yang tetap tinggi.

Meski demikian, APKASINDO Rohil tetap meminta seluruh pihak terkait untuk terus mengawasi tata niaga sawit agar harga yang diterima petani tetap adil dan sesuai dengan kondisi pasar yang sebenarnya.

“Kami berharap tren positif ini terus berlanjut. Jangan sampai ketika harga CPO dunia naik, petani tidak ikut merasakan manfaatnya. Petani adalah ujung tombak industri sawit nasional yang harus mendapatkan perlindungan dan kepastian harga,” tegasnya.

Ia juga mengajak para petani untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan menjaga perawatan kebun agar hasil panen tetap optimal. Dengan kualitas buah yang baik, petani memiliki peluang memperoleh harga jual yang lebih tinggi di tingkat pabrik.

Di tengah membaiknya harga TBS saat ini, para petani sawit di Rokan Hilir diharapkan dapat kembali bersemangat dalam mengelola kebun mereka. Pasalnya, sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir.

Dengan harga yang kembali menguat dan pasar yang mulai stabil, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit pun kembali terbuka lebar. APKASINDO Rohil memastikan akan terus mengawal perkembangan harga TBS dan menyuarakan kepentingan petani agar memperoleh manfaat yang seimbang dari pertumbuhan industri sawit nasional. (rls)

Related posts