HM Rocky Soenoko Terima Penghargaan dari Kemenkum HAM RI

PEKANBARU – Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia (RI) melalui Kakanwil Kemenkum HAM Riau, Mhd Jahari Sitepu memberikan penghargaan kepada Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) periode 2018-2022 HM Rocky Soenoko SH MSi.

Penghargaan itu diterima Rocky Soenoko dari Kakanwil Hukum dan HAM Riau tepat pada puncak peringatan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77, Jumat (19/8/2022) ang dilaksanakan di lingkungan Kantor Wilayah Kemenkum HAM Riau di Pekanbaru.

Penghargaan itu diberikan kepada Rocky atas dedikasi, jasa hingga terwujudnya bantuan hibah tanah untuk pembangunan Lapas Kelas II A Bagansiapiapi yang terletak di Jalan Lintas Riau-Sumut di Kelurahan Cempedak Rahuk Kecamatan Tanah Putih, Rohil. Dimana pada saat ini pembangunan lapas tersebut masih berjalan sesuai dengan progress.

Rocky yang kini merupakan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lumajang hadir pada kegiatan tersebut, dan pada kesempatan itu turut hadir sejumlah tokoh yang turut mendapatkan penghargaan dari Menkum HAM tersebut.

Rocky menyampaikan syukur dengan apresiasi dan penghargaan yang telah diberikan.

“Penghargaan ini sebagai bentuk hadirnya negara dalam hal ini pemerintah untuk memberikan atensi, kepada Kepala Kantor Pertanahan sebagai mitra dalam mendukung sinergisitas Kemenkum HAM,” kata Rocky.

Pihaknya terang Rocky mendukung langkah yang telah dilakukan oleh Lapas Bagansiapiapi dengan adanya hibah lahan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan lapas yang baru sebagai dukungan untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) agar mendapatkan tempat yang lebih baik dalam menjalani hari-hari dalam masa pembinaan sebelum akhirnya kembali lagi di tengah masyarakat.

Disamping itu juga kesempatan untuk lebi baik lagi mengikuti, memperoleh pembekalan keahlian untuk hidup yang lebih baik setelah menjalani hukuman.

Rocky diketahui memiliki peran penting dalam upaya penambahan hibah lahan tersebut sehingga yang semula diberikan 10 hektara (ha) akhirnya disetujui menjadi 14 ha dan disertai dengan memproses serfikatnya. Hal itu merupakan sebuah keberhasilan besar mengingat sebelumnya terkait dengan kegiatan tersebut sudah dua kali mengalami kendala. (rli)

 

Related posts