Dihadiri Wakapolda Riau Pasca Aksi Unras, Polda Riau Gelar Cooling System di Panipahan

ROHIL – Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi SIK MH bersama PJU Polda Riau melaksanakan tatap pertemuan/tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat Panipahan dalam rangka Cooling System dan kesepakatan bersama untuk menjaga kamtibmas terkait aksi unjuk rasa oleh masyarakat Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rohil.

Pertemuan berlangsung pada hari Minggu 12 April 2026 pukul 14.10 WIB, Bertempat di Kantor Camat Pasir Limau Kapas di Jalan Bundaran Kepenghuluan Panipahan Darat Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Hadir Karo Ops Polda Riau, KOMBES POL INO HARYANTO, S.I.K, Dir Intelkam Polda Riau KOMBES POL WIMBOKO.,S.I.K.,M.Si, Dansat Brimob Polda Riau, KOMBES POL I GEDE ADI WIBAWA, S.I.K.,KOMBES POL Dr. WAHYU KONCORO, S.I.K.,M.Si.

Turut menghadiri juga Bupati H. BISTAMAM, Kapolres Rohil AKBP ISA IMAM SYAHRONI.,S.I.K.,M.H, Wakil Bupati Rohil, JHONY CHARLES.,BBA.,MBA., Danyon Brimob B Pelopor Polda Riau, AKBP EFADHONI LILIK PAMUNGKAS, S.H., S.I.K.,M.Trmil.

Kasat Intelkam Polres Rohil, AKP SARASI SIJABAT.,S.H, Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP KRIS TOFEL.,S.Tr.K.,S.I.K, Kasat Narkoba Polres Rohil, AKP M. SODIKIN, S.H., Camat Panipahan YAHYA KHAN.,S.H, Danpolsal AL Panipahan, LETTU IRFAN S.

Danpos Ramil, PELTU TONY IRAEAN, Tokoh Masyarakat H. DARWIS, H. RAHMANIUS, H. NASRISYAM, H NASIR. KHALIFAH SOPIAN. Tokoh pemuda WANDI, BAKRI, UCUP, DODI, Lurah Panipahan, DARWIS. Penghulu Panipahan Darat, SOPIAR. Penghulu Panipahan, KASMIR. Penghulu Teluk Pulai, MUSTAFA. Penghulu Pulau Jemur, AMRIZAL.Penghulu Panipahan Laut, AZWAR. Penghulu Pasir Limau Kapas, ALFIAN.

Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni menyampaikan pihaknya telah bertemu tatap muka dengan upika pada Sabtu 11 April 2026, yang membahas tentang tuntutan aksi yang sudah kita sepakati yaitu tempat hiburan, lokalisasi dan tempat narkoba.

“Hari ini bapak Wakapolda Riau membuat perjanjiam untuk deklarasi untuk tidak melanggar hukum demi menjaga kamtibmas di wilayah panipahan,” ungkapnya.

“Saya Kapolres Rohil berkomitmen kepada masyarakat sekalian bahwa saya akan turun langsung dengan anggota untuk memberantas narkoba dan ilegal yang ada di wilayah panipahan ini,” tambah kapolres.

Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki menegaskan kehadirannya untuk datang kelokasi untuk melihat perkembangan situasi yang ada di Panipahan.

“Saya ingin sampaikan bahwa kita harus satu frekuensi, kami sangat benci dengan narkoba itu dan polda riau sendiri sangat membenci dengan narkoba, karena kita berasa di daerah peebatasan berdasatkam hasil analisa narkoba banyak dari negara tetangga,” tukasnya.

Ini tegas wakapolda adalah hal suatu menjadi kejahatan lintas negara yaitu narkoba, oleh karna itu bapak Kapolda membuat suatu direktif tentang zero toleransi terkait pelanggaran narkoba.

“Kita juga tidak ada toleransi untuk anggota yang bermain narkoba jika ada ketahuan kita akan pecat dia dari Kepolisian. Kita harus sepakat bahwa negara kita ini adalah negara hukum, semua diatur sesuai hukum. dan tidak boleh bermain hakim sendiri. Jika bapak ingin melapor terkait permasalahan bisa melapor dengan menghubungi 110 jika ingim melaporkan permasalahan yang ada,” tegas wakapolda.

Polda sudah mengirimkan tim lengkap dari polda apakah ada indikasi ketidakprofesionalan anggota polri yang ikut bermain dalam narkoba ini.

“Kita harus berkomitmen kedapan bahwa kita tidak boleh diam terhadap narkoba ini dan untuk kedepannya agar bapak” sekalian mempercayakan hal ini kepada kami Unjuk rasa boleh dilakukan dengan cara memgirimkan surat oemberitahuan unjuk rasa kepada kami dengan tempat lokasi, siapa penanggung jawabnya tetapi tidak dengan cara yang anarkis atau menyebabkan situasi yanh tidak kondusif,” pungkasnya.

Bupati Rohil H Bistamam menambahka kehadiran bersama disini khusunya bersama polda riau untuk melihat kondisi dilapangan sekaligus untuk membuat penanganan

“Saya tidak akan mentolerir adanya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Rokan Hilir ini. Tapi Pemerintah menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib dan melalui forum resmi, bukan dengan tindakan perusakan atau kekerasan,” pesannya.

Tokoh Masyarakat KHALIFAH MUHAIMIN menyampaikan sangat mengapresiasi atas kedatangan bapak wakapolda dan bapak bupati di Palika.

“Bapak hadir disini untuk menyelamatkan anak anak bangsa kami terkait peredaran narkoba di panipahan ini. Bahwa apa yang terjadi hari ini adalah ledakan dari masyarakat palika yang selama ini kami pendam pak,” ungkapnya.

Diterangkan hukum tetap kita tegakkan di negeri ini apabila salah dengan main hakim sendiri siap dihukum tetapi dengan melihat latar belakang kenapa masyarakat bertindak seperti ini.

“Pada hari ini kami menyampaikan kepada aparat penegak hukum dan bapak bupati Rokan Hilir kami mohon pak apa yang terjadi di Palika terkait peredaran narkoba mungkim ada pihak pihak terselubung dalam peredaran narkoba ini. Mudah mudahan kehadiran bapak disini memotifasi kami bahwa peredaran narkoba di palika ini dapat di hentikan dan dapat di berantaskan dari wilayah panipahan ini,” harapnya.

Menanggapi hal itu Wakapolda Riau tegaskan akan mengevaluasi mendalam apakah ada keterkaitan anggota dalam peredaran narkoba di wilayah Panipahan ini.

“Saya minta kepada bapak-bapak sekalian kita sepakat bahwa jangan ada yang main hakim sendiri, karena jika ada yang main hakim sendiri. Bahwa saya berpesan kepada bapak bapak sekalian bahwa senjata yang paling ampun melawan kejahatan yaitu bekerjasama, tetapi jangan main hakim sendiri harus berdasarkan dengan hukum,” terangnya.

Beberapa tokoh masyarakat dan pemuda menyampaikan apa yang terjadi di Palika adalah menyikapi dugaan maraknya peredaran narkoba. Dimana masyarakat menilai situasi baru akan kondusif jika ada bandar narkoba ditangkap hingga ke akar-akarnya.

:”Pandangan kami sebagai pemuda bahwa benar apa yang bapak sampikan terkait pemakai narkoba karena disini juga benar terjadi pemuda yang pemakai sudah kehialngan akal sehat. Kami menunggu tindakan masif bapak sebagai aparat penegak hukum terkait peredaran narkoba di wilayah panipahan, Kami juga meminta perlindungan kepada aparat kepolisian terhadap preman yamg ada di wilayah Panipahan ini terkait aksi demo kami lakukan beberapa hari ini,” kata perwakilan pemuda.

Kembali memberikan tanggapan, Wakapolda Riau menegaskan mendukung apa yang disampaikan masyarakat. ”

Saya juga sakit hati wilayah saya marak dengam peredaran narkoba. Tapi ingat Jangan pernah memprovomasi di media sosial apabila kita belum bisa membuktikan kebenarannya. Kami tegaskkan Kami akan sikat jika ada tindakan preman terhadap para masyarakat yang ada di wilayah kami.

_*BERIKUT ISI DEKLARASI :*_

1. Siap bersama – sama menjaga keamanan dan ketertiban diwilayah Panipahan.

2. Menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.

3. Senantiasa siap bekerjasama dalam memberantas Narkoba di Wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas.

4. Menghindari dan menolak segala bentuk provokasi, konflik sosial dan isu sara.

*KESIMPULAN :*

1. Adapun tujuan dilaksanakannya pertemuan/tatap muka antara Tomas, Toga, Todat serta masyarakat Panipahan pasca aksi unjuk rasa spontan di Kec. Pasir Limau Kapas Kab. Rokan Hilir, yang dihadiri oleh Waka Polda Riau, PJU Polda Riau, Bupati Rohil dan Kapolres Rohil adalah mencari solusi dan langkah penyelesaian yang tepat, damai, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta menyerap dan mendengarkan secara langsung aspirasi, keluhan, serta tuntutan masyarakat pasca pelaksanaan aksi unjuk rasa.

2. Kegiatan berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan kondusif, dengan adanya komunikasi yang terbuka antara pihak kepolisian dan masyarakat.

3. Masyarakat Panipahan menyampaikan aspirasi, keluhan, serta tuntutan mereka secara langsung kepada pihak kepolisian dan pemerintah.

4. Tercapai kesepahaman awal antara masyarakat dan pihak kepolisian untuk menyelesaikan permasalahan secara dialogis dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

5. Diharapkan ke depan akan dilakukan tindak lanjut berupa koordinasi dan langkah konkret guna menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh.

Sekira Pukul 15.30 WIB, Kegiatan Pertemuan / Tatap Muka selesai, Selama kegiatan berlangsung situasi terdapat aman dan kondusif. (rilis)

Related posts