Tes Urine Mendadak 50 Warga Binaan Lapas Bagansiapiapi, Seluruhnya Negatif Narkoba

CEMPEDAK RAHUK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi memperketat pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan lapas. Sebanyak 50 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjalani pemeriksaan dan tes urine mendadak pada Selasa (13/10/2026). Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif narkotika.

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan secara acak tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung di depan Pos Kepala Regu Pengamanan (Karupam) itu dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Yocky Prima Nugraha, didampingi Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Eka Misdi Maldo Putra serta Kepala Subseksi Keamanan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menegaskan bahwa pemeriksaan mendadak merupakan salah satu langkah untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan lingkungan lapas tetap kondusif bagi pelaksanaan pembinaan warga binaan.

Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara konsisten agar potensi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dapat dicegah sejak dini.

“Pencegahan peredaran narkotika adalah harga mati bagi kami. Kegiatan mendadak ini rutin dilakukan untuk memastikan bahwa lingkungan Lapas Bagansiapiapi benar-benar bersih, aman, dan kondusif bagi proses pembinaan para warga binaan,” tegas Agus.

Ia menambahkan, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan pengawasan berkelanjutan serta komitmen seluruh jajaran petugas dan warga binaan. Karena itu, pemeriksaan serupa menjadi bagian dari langkah menjaga integritas dan ketertiban di dalam lapas.

Sementara itu, Yocky Prima Nugraha mengapresiasi sikap kooperatif seluruh warga binaan yang mengikuti rangkaian pemeriksaan hingga selesai. Ia berharap hasil pemeriksaan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh penghuni lapas untuk terus menjaga komitmen menjauhi narkotika.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga binaan yang sudah sama-sama berkomitmen untuk menjaga integritas ini. Hasil negatif hari ini adalah bukti nyata kerja sama kita. Mari terus pertahankan dan konsisten untuk mengatakan tidak pada narkoba,” ujar Yocky.

Selain menekankan pentingnya menjauhi narkotika, Yocky juga mengingatkan warga binaan agar menjaga ketertiban dan keharmonisan selama menjalani masa pembinaan. Ia meminta seluruh penghuni menghindari perkelahian maupun perselisihan yang dapat mengganggu keamanan lingkungan lapas.

Menurutnya, suasana yang aman dan tertib merupakan tanggung jawab bersama sehingga proses pembinaan dapat berjalan dengan baik.

“Saya juga mengingatkan kepada seluruh kawan-kawan WBP untuk tetap menjaga ketertiban, jangan sampai ada yang berkelahi maupun membuat perselisihan di dalam lingkungan lapas. Mari terus jaga suasana aman, kondusif, dan selalu katakan tidak pada narkoba,” pungkasnya.

Dengan hasil tes urine terhadap 50 warga binaan yang seluruhnya negatif, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan dan melakukan deteksi dini secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Related posts