Aspirasi warga Kepenghuluan Labuhan Tangga Kecil, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, kembali menyoroti sejumlah persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari akses jalan menuju kawasan perkebunan, keterlambatan pembayaran gaji, hingga persoalan kesehatan berupa malaria yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Berbagai keluhan tersebut disampaikan warga saat Anggota DPRD Rokan Hilir, Imam Suroso, SE, melaksanakan kegiatan reses masa sidang II tahun 2026 di Kepenghuluan Labuhan Tangga Kecil, Sabtu (22/8) sore.
Pertemuan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat. Warga berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program pemerintah daerah.
Salah satu persoalan yang cukup mendapat perhatian adalah kondisi jalan menuju kawasan perkebunan masyarakat. Akses tersebut dinilai memiliki peran penting karena menjadi jalur utama warga dalam menjalankan aktivitas sekaligus membawa hasil perkebunan.
Imam Suroso mengatakan, persoalan infrastruktur jalan perlu mendapat perhatian karena berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Persoalan akses jalan menuju kawasan perkebunan masyarakat sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, terutama mengangkut hasil perkebunan,” kata Imam.
Menurutnya, ketika akses menuju kebun mengalami kendala, dampaknya bukan hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga dapat menghambat proses pengangkutan dan pemasaran hasil perkebunan. Karena itu, aspirasi mengenai perbaikan jalan menjadi salah satu persoalan yang akan dibawa dalam pembahasan lebih lanjut.
Selain infrastruktur, persoalan kesehatan juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Imam menyoroti kasus malaria yang masih ditemukan dengan angka cukup tinggi di sejumlah wilayah Kecamatan Bangko, termasuk Kelurahan Bagan Barat.
“Masalah kesehatan, seperti kita ketahui, tingkat malaria masih tinggi. Bagaimana ini menjadi peran aktif pemerintah untuk menekan angka positif malaria,” ujarnya.
Imam menilai penanganan malaria tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Upaya pencegahan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, lingkungan yang bersih menjadi salah satu langkah awal untuk mencegah munculnya berbagai sumber penyakit. Karena itu, masyarakat diharapkan rutin membersihkan lingkungan, tidak membiarkan sampah menumpuk, serta memperhatikan kondisi kawasan sekitar rumah yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya sumber penyakit.
Di sisi lain, persoalan keterlambatan pembayaran gaji juga menjadi keluhan yang disampaikan warga. Hak pekerja yang belum dibayarkan tepat waktu dinilai perlu segera mendapatkan solusi agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Imam mengatakan persoalan tersebut akan menjadi bagian dari hasil reses yang disampaikan kepada pemerintah daerah. Ia menegaskan, DPRD akan berupaya mendorong agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dibahas bersama pihak terkait.
“Bersama pemerintah dan TAPD, terkait persoalan yang ada di tengah masyarakat, setelah reses ini kami akan panggil pihak pemerintah untuk menyampaikan hasil reses seluruh anggota DPRD,” katanya.
Menurut Imam, kegiatan reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituen. Lebih dari itu, reses menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung persoalan yang terjadi di lapangan, termasuk masalah yang mungkin belum sepenuhnya terjangkau melalui laporan pemerintahan.
Ia menegaskan, setiap aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan, kemampuan anggaran daerah, serta ketentuan yang berlaku. Persoalan seperti jalan, kesehatan, ketersediaan obat hingga keterlambatan pembayaran gaji diharapkan dapat memperoleh solusi melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.
Bagi masyarakat Labuhan Tangga Kecil, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menyuarakan persoalan yang selama ini mereka hadapi. Warga tidak hanya membutuhkan ruang untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga berharap adanya kepastian tindak lanjut dari pemerintah.
Imam pun berharap hasil reses dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan akan lebih tepat sasaran apabila program yang dirancang benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dengan berakhirnya kegiatan reses, sejumlah aspirasi warga Labuhan Tangga Kecil kini akan dibawa ke pembahasan lebih lanjut. Jalan menuju perkebunan, persoalan malaria, keterlambatan gaji, hingga kebutuhan layanan kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang menunggu respons pemerintah daerah.
Reses akhirnya bukan sekadar pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat. Di balik setiap keluhan yang disampaikan, ada kebutuhan warga yang menunggu jawaban—dan di situlah tindak lanjut pemerintah menjadi bagian paling penting setelah aspirasi disampaikan. (rks)






