Dukungan Mengalir, Prof Firdaus Siap Bawa UNRI Menuju Indonesia Emas 2045

Kandidat calon Rektor Universitas Riau (UNRI) periode 2026–2030 terus bertambah. Hingga Senin (11/5/2026) siang, tercatat sudah empat nama yang resmi mendaftarkan diri kepada Panitia Pemilihan Rektor UNRI. Kandidat terbaru yang menyerahkan berkas pendaftaran adalah Prof. Dr. H. Firdaus, SH., MH.

Kehadiran mantan Dekan Fakultas Hukum UNRI tersebut mendapat perhatian luas karena turut didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi Riau. Di antaranya mantan pejabat Pemerintah Provinsi Riau Ahmad Shah Harrofie, Joni Irwan, Zulkarnain Kadir, mantan anggota DPD RI Dina Wati, hingga mantan anggota DPRD Riau Zulkarnaen.
Rombongan Prof Firdaus diterima langsung oleh Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNRI, Dr. H.M. Rasuli, SE., M.Si., Ak., CA., ACPA bersama jajaran panitia di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor UNRI.

Sebelum Prof Firdaus mendaftar, tiga kandidat lainnya lebih dahulu menyerahkan dokumen persyaratan, yakni Dekan FKIP UNRI Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik UNRI Dr. Mexsasai Indra, SH., MH., serta Dekan FMIPA UNRI Prof. Dr. Iwantono, M.Phil.

Usai proses pendaftaran, Prof Firdaus menyampaikan visi besar yang diusungnya dalam kontestasi pemilihan rektor kali ini, yakni “Menjadi Universitas Riau yang Mandiri Berdampak Global Menuju Indonesia Emas 2045”.

Menurutnya, visi tersebut akan diwujudkan melalui empat misi strategis yang diberi nama “Catur Mandiri Berdampak Global”, kemudian diterjemahkan ke dalam delapan program prioritas “Asta Mandiri UNRI”.

Prof Firdaus menjelaskan, misi pertama adalah Mandiri Pendidikan. Fokus utamanya meningkatkan kualitas sumber daya tenaga pendidik melalui peningkatan jenjang pendidikan dan jabatan fungsional dosen, sekaligus mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Penguatan kompetensi mahasiswa juga akan dilakukan melalui pendekatan program Kampus Berdampak.

Misi kedua adalah Mandiri Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam bidang ini, ia menargetkan agar riset dan inovasi UNRI mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Riau, nasional, hingga global. Fokus penelitian akan diarahkan pada isu strategis seperti pengelolaan lahan gambut, ketahanan pangan, energi dan air, serta pengembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Hasil riset nantinya akan diterapkan langsung kepada masyarakat melalui program Desa Binaan.

Selanjutnya, misi ketiga yakni Mandiri Tata Kelola. Prof Firdaus menargetkan transformasi UNRI menuju kampus bertaraf internasional dan masuk dalam jajaran World Class University. Penguatan tata kelola akan dilakukan melalui peningkatan kualitas SDM serta kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah untuk membantu penyelesaian berbagai persoalan daerah berbasis keilmuan.

Sementara misi keempat adalah Mandiri Ekonomi. Melalui program ini, ia ingin membangun kemandirian finansial kampus dengan mengoptimalkan aset, lahan, dan infrastruktur UNRI sebagai pusat bisnis komersial yang produktif dan berkelanjutan. Selain itu, pengembangan pusat bisnis kampus di kawasan Gobah juga diproyeksikan menjadi salah satu sumber pendanaan strategis bagi universitas.

Prof Firdaus menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam pemilihan rektor bukan sekadar untuk menduduki jabatan, melainkan membawa perubahan nyata bagi Universitas Riau.

“Dengan konsep Catur Mandiri Berdampak Global dan Asta Mandiri UNRI, kami siap mendorong UNRI menjadi institusi yang benar-benar mandiri dan berdampak global menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. (berbagai sumber, cakaplah.com).

Related posts