Anggota Dewan Sutiyo Bantah Soal Pengancaman dan Tepis Isu Isterinya Terlibat Dalam Proyek Pembangunan Gapura
ROKAN HILIR — Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sutiyo, memberikan klarifikasi terkait dua hal yang sedang menjadi pembahasan di masyarakat, yaitu isu pertemuannya dengan seorang wartawan yang dianggap sebagai ancaman, serta alasan pembangunan gerbang di Desa Bagan Punak Pesisir, Kecamatan Bangko.
Dalam penjelasannya, Sutiyo membuka dengan ucapan salam dan menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah memberinya kesempatan untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya.
Sutiyo menegaskan bahwa pertemuannya dengan seorang wartawan di sebuah kedai kopi kemarin bukanlah sebuah ancaman.
“Benar adanya kemarin saya bertemu dengan oknum wartawan tersebut, tapi kalau saya rasakan, itu bukanlah sebuah ancaman. Saya berjumpa di warung kopi, dan ada saksi-saksi setempat. Bagi saya itu bukan ancaman,” ujar Sutiyo.
Ia menjelaskan maksud kalimatnya saat itu: “Saya hanya menyampaikan, bang, aku punya anak dan istri, janganlah sampai gara-gara ini anak dan istri menjadi teraniaya. Beliau juga punya anak dan istri. Maksudnya supaya kita sama-sama bisa merasakan, jangan sampai keluarga menjadi korban. Bukan maksud saya mengancam, tidak ada maksud itu.”
Sutiyo menambahkan, pertemuan itu disaksikan banyak orang di kedai kopi tersebut. Ia juga menegaskan hubungannya dengan rekan-rekan pers selama ini berjalan baik.
“Kita semua teman. Saya tidak pernah mengancam-ngancam. Tidak ada niat menyinggung atau mengancam wartawan. Saksi di tempat itu ada banyak,” tegasnya.
Sutiyo menegaskan bahwa istinya tidak terlibat seperti yang telah diberitakan oleh salah satu media sebelumnya. Apa yang dilakukan hanyalah sebagai komunikasi saja dan upaya dukungan dari sang istri agar kegiatan yang ada itu dapat dilaksanakan dengan baik dan dikerjakan sehingga tuntas.
Beralih ke penjelasan pembangunan gerbang, Sutiyo mengatakan bahwa pembangunan itu murni usulannya sebagai wakil rakyat dari daerah tersebut.
“Saya ini anggota DPRD pertama dari desa saya. Makanya saya berambisi membantu masyarakat. Sebelumnya sudah ada pembuatan badan jalan, dan tahun ini saya usulkan dibangun gerbang. Alhamdulillah Kepala Dinas PUPR Rohil, Pak Khairul Fahmi, menunaikan usulan itu meskipun kondisi anggaran sedang dalam keadaan defisit,” jelasnya.
Tujuan dibangunnya gerbang itu sederhana namun bermakna: agar keberadaan Desa Bagan Punak Pesisir lebih dikenal dan kedepannya jalur tersebut bisa dilalui masyarakat menuju kantor desa tanpa harus memutar jauh.
“Tujuannya supaya pemerintah tahu bahwa ada Desa Bagan Punak Pesisir di sana. Supaya kedepannya jalur ini bisa dilalui masyarakat ke kantor desa. Tujuannya juga untuk memperindah desa yang selama ini kurang diperhatikan. Tidak ada kepentingan pribadi, saya tidak punya aset di sana,” ungkapnya.
“Banyak kendala. Kontraktor enggan mengerjakan karena pembayaran tertunda dan pekerjaan dianggap rumit. Saya berusaha mencari solusi, curhat ke istri, dan akhirnya ada kenalan yang bersedia membantu memasukkan material supaya pekerjaan tetap berjalan,” ceritanya.
Ia berharap ke depan Dinas PUPR dapat melanjutkan pembangunan berupa penimbunan jalan di desa tersebut.
“Semoga tahun depan ada penimbunan jalan untuk desa kami.(Baganpunak pesisir) Saya hanya ingin membuktikan selama saya menjadi wakil rakyat, saya pernah berbuat sesuatu untuk masyarakat,” pungkas Sutiyo. (Arsy)






