Anggota DPRD Rohil M Syah Padri Serap Aspirasi Warga Bagan Punak Meranti, Infrastruktur Jadi Prioritas

BAGAN PUNAK MERANTI — Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), M Syah Padri ST, melaksanakan kegiatan reses II tahun 2026 di daerah Bagan Punak Meranti, Jumat (21/8/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, sarana ibadah, sumur, dan lain-lain.

Dalam pertemuan itu, M Syah Padri menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan tetap menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui pembahasan serta penganggaran sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.

Terkait banyaknya usulan pembangunan, ia menyebutkan bahwa terdapat kesepakatan untuk memprioritaskan persoalan jalan terlebih dahulu. Namun, aspirasi masyarakat lainnya tetap akan dimasukkan dan diperjuangkan agar dapat direalisasikan secara bertahap.

“Kesepakatan kita, jalan dulu diprioritaskan, tapi yang lainnya itu dimasukkan juga seperti pembersihkan aliran air sumur,” ujar M Syah Padri.

Ia mengatakan, persoalan fasilitas umum dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian penting dari aspirasi yang diterimanya selama turun ke tengah masyarakat.

Perbaikan Musala dan Sumur Jadi Perhatian

Selain persoalan jalan, M Syah Padri juga menyinggung perbaikan sarana ibadah yang sebelumnya telah direalisasikan pemerintah daerah.

Ia mencontohkan perbaikan Musala Al Ikhsan di Bagan Barat. Menurutnya, perbaikan tersebut telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Kejadiannya sama, bahkan kami juga kemarin di Bagan Barat, Musala Al Ikhsan itu perbaikan. Alhamdulillah, kemarin ada anggaran 2025, dicuci dan diperbaiki oleh Dinas Perkim,” katanya.

Ia juga membuka peluang untuk memperjuangkan perbaikan sumur masyarakat yang mengalami kerusakan, tersumbat maupun tidak lagi berfungsi dengan baik apabila nantinya tersedia anggaran.

“Nanti kalau memang ada anggaran untuk pencucian, perbaikan sumur yang tumpat, macet atau rusak, nanti saya sampaikan untuk diperbaiki,” ujarnya.

M Syah Padri turut menyoroti persoalan fasilitas MCK yang hingga kini masih menjadi kebutuhan mendasar bagi sebagian masyarakat Rohil.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum memiliki kamar mandi dan fasilitas MCK yang layak. Kondisi tersebut bahkan ditemukan di sejumlah wilayah pesisir seperti Sinaboi dan Bangko.

Ia mengaku prihatin karena masih ada masyarakat yang terpaksa menggunakan fasilitas seadanya untuk kebutuhan MCK.

“Memang kami sebagai anggota dewan, banyak masalah MCK masyarakat masih belum ada. Kadang pakai spanduk menutupi tempat MCK. Kesal kita, apalagi daerah pesisir macam Sinaboi, Bangko masih banyak belum ada kamar mandi yang layak,” ungkapnya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan agar mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, penyediaan fasilitas sanitasi yang layak merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.

“Kita sering sampaikan agar diperhatikan,” tegasnya.

Melalui reses tersebut, M Syah Padri berharap berbagai aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan pembahasan dan diperjuangkan sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur jalan dan fasilitas sanitasi. (rls)

Related posts