203 Rumah Warga Rohil Masuk Program Rehab Tahun 2026 Ini, Sebanyak 67 Unit Mulai Dikerjakan

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat. Tahun ini, sebanyak 203 unit rumah menjadi sasaran program rehabilitasi rumah dari berbagai sumber anggaran.

Kepala Bidang Perumahan Disperkim Rohil, Kudri ST, mengatakan program tersebut berasal dari sejumlah sumber, baik melalui aspirasi anggota DPRD, pemerintah daerah, maupun program dari pemerintah pusat.

“Dari total 203 unit rumah yang masuk program rehab, sumbernya beragam. Ada dari aspirasi anggota DPR RI Bapak Fadholi sebanyak 67 unit, dari Pemda Rohil 71 unit, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sekitar empat unit, serta dari program sosial sebanyak lima unit,” ujar Kudri, Senin 10 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 unit rumah yang bersumber dari aspirasi bapak Fadholi saat ini sudah memasuki tahap siap dikerjakan. Pembangunan tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Rohil.

Adapun lokasi penerima program tersebut berada di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Bangko, Sinaboi, Simpang Kanan, Tanjung Medan, Balai Jaya, hingga Kecamatan Pujud.

“Kita mulai dari 67 unit yang sudah siap kerja. Targetnya seluruh pekerjaan ini bisa rampung pada tahun ini,” jelasnya.

Selain pelaksanaan rehab rumah, Disperkim Rohil juga terus melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang membutuhkan bantuan. Pendataan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kepenghuluan atau desa agar proses pengusulan dapat berjalan lebih cepat dan akurat.

Menurut Kudri, sistem pendataan saat ini memberikan ruang bagi desa untuk melakukan input data rumah warga yang dinilai layak mendapatkan bantuan. Dinas juga tetap melakukan verifikasi dan penginputan data sebagai bagian dari proses penentuan penerima program.

“Kita sudah menyebarkan informasi ke seluruh desa. Nantinya desa bisa menginput data rumah yang layak dibantu, begitu juga dinas dapat melakukan input dan verifikasi,” katanya.

Kudri menambahkan, jumlah usulan rehab rumah di Kabupaten Rohil menjadi salah satu yang terbesar di Provinsi Riau. Bahkan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring dengan proses pendataan yang terus berjalan.

“Rohil nampaknya menjadi salah satu yang terbanyak di Riau, karena jumlahnya hampir mencapai 200 lebih dan kemungkinan masih bisa bertambah,” pungkasnya.

Sebanyak 500 unit rumah warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi sasaran program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Pada tahap awal, sebanyak 67 unit rumah mulai dikerjakan. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

Wabup Rohil, Jhony Charles, meninjau langsung salah satu titik penerima manfaat program tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang ikut mendorong terlaksananya program bedah rumah di Rohil terutama dari Anggota DPR RI Fadholi.

“Untuk tahap awal ada 67 rumah yang berjalan, kemudian akan berlanjut hingga sekitar 500 unit rumah di Rohil. Kami berterima kasih kepada Kementerian PKP dan semua pihak yang membantu,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut akan diupayakan menyebar secara merata ke berbagai wilayah kecamatan di Rohil. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan jemput bola agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan.

Kepala Seksi Wilayah II Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera III – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman
Ir Dian Sefriansyah ST MSi menjelaskan program BSPS bertujuan meningkatkan kualitas rumah masyarakat dari aspek keselamatan, kesehatan, serta kecukupan ruang. (rls)

Related posts