Masa Reses Jasmadi Gelar Reses di Desa Sungai Nyamuk-Sinaboi

ROHIL – Anggota DPRD Rohil dari Fraksi Golkar Jasmadi melaksanakan Reses masa persidangan I tahun 2023 di Kepenghuluan Sungai nyamuk, Kecamatan Sinaboi, Minggu (19/3/2023).

Berbagai aspirasi disampaikan oleh masyarakat seperti Pembangunan Jalan Poniman, Normalisasi sungai, Penambahan lokal Paud, Pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN), Tiang listrik, renovasi rumah ibadah berupa Musala, Pembangunan Lapangan Bola, Tapal batas kepenghuluan dan lain sebagainya.

Reses dihadiri Datuk Penghulu Sungai Nyamuk Daryamin, Ketua LAM Sinaboi Rahmad Hidayat, Ketua BPKep Hasanuddin Marpaung, dan puluhan masyarakat setempat.

Datuk penghulu Daryamin mengatakan kalau Jasmadi Kori sering datang berkunjung ke Sungai nyamuk melihat berbagai pembangunan. “Alhamdulillah sudah banyak pembangunan di sungai nyamuk ini terealisasi pembangunannya berkat perjuangan beliau,” Ungkapnya.

Anggota DPRD Rohil Jasmadi Kori mengatakan kalau tahun 2023 ini memang sudah masuk tahun politik. Akan tetapi, kedatangannya ke Sungai nyamuk ini bukan lah melakukan kampanye, akan tetapi melaksanakan reses yang diatur oleh undang-undang dan sudah keharusan setiap anggota dewan mengunjungi berbagai daerah pemilihan (Dapil) untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Tahun ini masa reses persidangan pertama, untuk titik pertama saya pilih kepenghuluan Sungai nyamuk. Karena desa ini sangat istimewa dihati saya ketimbang desa-desa lainnya,” Ungkap Jasmadi Kori.

Dikatakan, Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat, baik itu berupa Insfraruktur jalan, pendidikan, rumah ibadah dan lain sebagainya. Jadi, manfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya untuk membangun kampung halaman.

Jasmadi Kori menerangkan, Untuk jalan Poniman setiap tahunnya dianggarkan sejak tahun 2020 lalu. Akan tetapi akibat bencana Corona virus (Covid-19) anggaran sebesar Rp350 Miliar dialihkan untuk penanganan covid-19. Kemudian, Normalisasi sungai juga sudah dianggarkan sejak dari tahun 2020, namun baru saat ini terealisasi.

Untuk lapangan bola kata Jasmadi memang tertunda pembangunannya akibat tidak diperbolehkannya memakai tanah timbun. “Kalau memang sudah bisa menggunakan tanah timbun, maka tahun ini kita masukkan lagi pembangunannya di ABPD-P,” Janjinya.

Untuk Musala Al-Falah kondisinya memang sangat memprihatinkan, apalagi masyarakat Sungai nyamuk ini mayoritas Islam, dan ini tentunya menjadi tanggungjawab kita bersama. “Insya Allah tahun ini akan kita bantu merenovasinya di APBD-P nanti,” ungkap Jasmadi. (Ant)

Related posts