Dari 120 Tinggal 70 Santri Bertahan, Lapas Bagansiapiapi Apresiasi WBP yang Istiqomah Mengaji

CEMPEDAK RAHUK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi memberikan apresiasi kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang konsisten mengikuti pembinaan keagamaan Islam. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pembagian seragam khusus bagi para santri yang rajin dan aktif mengikuti kegiatan pembinaan di dalam lapas.

Pemberian seragam ini menjadi bentuk penghargaan atas kesungguhan warga binaan dalam memperbaiki diri sekaligus mendorong mereka untuk terus istiqomah menjalani proses pembinaan.

Dari 120 santri yang terdaftar saat program pembinaan pertama kali dibentuk, sekitar 70 orang masih konsisten mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga saat ini. Mereka tetap bersemangat mengikuti pembelajaran agama atas kesadaran sendiri, dengan harapan dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Program pembinaan tersebut mencakup berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari tahsin Al-Qur’an untuk memperbaiki bacaan, pengajian rutin setiap hari, hingga program tahfiz atau menghafal Al-Qur’an.

Melalui kegiatan ini, para warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk memperbaiki perilaku dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, melalui Kasi Binadik Rinaldi R. dan Kasubsi Bimkemaswat Islam Pryangono, berpesan agar para santri terus menjaga semangat dalam menuntut ilmu agama dan memperbaiki diri.

Pihak lapas berharap proses pembinaan yang dijalani para santri dapat menghasilkan perubahan positif yang benar-benar tertanam dalam kehidupan mereka.

“ Kami berharap para santri dapat terus istiqomah untuk memperbaiki diri. Lapas hadir tidak hanya sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga untuk memberikan serta menanamkan nilai-nilai pembinaan agar perubahan positif tersebut benar-benar tertanam dalam diri setiap warga binaan,” ujar Agus Imam Taufik melalui jajaran pembinaan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Yocky Prima Nugraha turut hadir memberikan penguatan dan arahan kepada para santri.

Menurutnya, perilaku baik dan perubahan positif yang ditunjukkan warga binaan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman dan tertib. Kesadaran setiap warga binaan untuk menaati aturan dan berperilaku baik menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya suasana yang kondusif.

Pembagian seragam khusus ini diharapkan semakin menumbuhkan motivasi, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan di antara para santri. Lebih dari sekadar pakaian, seragam tersebut menjadi simbol komitmen untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menjaga nilai-nilai kebaikan selama menjalani masa pembinaan.

Dengan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Lapas Bagansiapiapi berharap warga binaan memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat. (rilis)

Related posts