Pelaksanaan Kegiatan Rakerkab Jadi Momentum KONI Rohil Susun Strategi Pembinaan Atlet

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rokan Hilir menilai pelaksanaan Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembinaan olahraga daerah ke depan.

Rakerkab tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang strategis bagi KONI bersama seluruh cabang olahraga (cabor) untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah pembinaan yang lebih terarah.

Ketua Umum KONI Rohil, Riwansyah SSTP MSi, mengatakan pelaksanaan Rakerkab penting untuk menyatukan persepsi seluruh pengurus dan cabor dalam membangun prestasi olahraga Kabupaten Rohil.

Menurutnya, berbagai tantangan yang muncul dalam pembinaan atlet perlu dibahas secara bersama sehingga dapat ditemukan solusi dan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

“Rakerkab ini sangat penting karena menjadi forum kita bersama untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan, apa yang menjadi kendala, sekaligus menyusun program ke depan. Jadi kita tidak hanya menjalankan kegiatan, tetapi harus punya arah pembinaan yang jelas,” ujar Riwansyah, Kamis (13/8/2026).

Ia menjelaskan, salah satu fokus yang perlu diperkuat dalam program KONI Rohil ke depan adalah memperbanyak kejuaraan sebagai sarana bagi atlet untuk mengasah kemampuan dan mengukur perkembangan hasil latihan.

Kejuaraan, kata Riwansyah, menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena atlet membutuhkan pengalaman bertanding secara rutin. Dari berbagai kompetisi tersebut, kemampuan, mental bertanding serta potensi atlet dapat terlihat lebih jelas.

“Atlet tidak cukup hanya berlatih. Mereka juga membutuhkan pengalaman bertanding. Karena itu, kejuaraan menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan. Dari kompetisi kita bisa melihat sejauh mana kemampuan atlet sekaligus mencari bibit-bibit baru,” jelasnya.

Riwansyah menambahkan, hasil Rakerkab nantinya diharapkan mampu melahirkan program kerja yang realistis, terukur dan berorientasi pada peningkatan prestasi. Setiap cabor juga diharapkan dapat menyampaikan kebutuhan serta program pembinaannya sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan KONI dalam menyusun kebijakan.

Ia menegaskan, pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi antara KONI, pengurus cabor, atlet, pelatih, pemerintah daerah dan seluruh insan olahraga menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

“Kita ingin hasil Rakerkab ini benar-benar menjadi pedoman dalam menjalankan pembinaan. Apa yang menjadi kebutuhan cabor, bagaimana pembinaan atlet, serta target prestasi harus kita bicarakan bersama,” katanya.

Menurutnya, semakin solid koordinasi antarorganisasi olahraga, semakin besar pula peluang Rohil melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Karena itu, Riwansyah berharap seluruh pengurus cabor dapat berperan aktif dalam Rakerkab dan memberikan masukan konstruktif demi kemajuan olahraga Rohil.

“Tanpa ketua cabor dan seluruh pengurus yang ada, tentu kita tidak akan mampu melaksanakan tugas dengan baik. Kita ingin Rakerkab ini menghasilkan keputusan yang benar-benar bermanfaat untuk atlet dan perkembangan olahraga Rohil,” ujarnya.

Ia menambahkan, KONI Rohil akan terus mendorong terciptanya program pembinaan yang memberikan ruang lebih luas kepada atlet untuk berkembang. Dengan perencanaan yang matang melalui Rakerkab, diharapkan program kerja KONI ke depan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil nyata. (rls)

 

Related posts